EVALUASI MODEL KINERJA PEMASOK BAHAN BAKU AGROINDUSTRI TAHU DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

Hary Fandeli, Irmayani Irmayani, Tri Ernita, Melliana Melliana, Adi Saputra

Abstract


Industri kecil dan menengah (IKM) berbasis agroindustri bekontribusi besar dalam perekenomian nasional. IKM harus meningkatkan kinerja dan dapat bertahan dalam persaingan bisnis yang ketat. Pemasok bahan baku menjadi salah satu komponen penting dalam peningkatan kinerja IKM karena menjadi komponen hulu dari sistem rantai pasok. Permasalahan IKM terjadi pada beberapa faktor seperti transportasi dan harga. IKM sering mengalami penundaan produksi akibat terlambatnya kedatangan bahan baku sehingga berpotensi kerugian. Model penilaian kinerja dapat membantu pelaku IKM dalam mengidentifikasi dan mengambil keputusan dalam memilih pemasok. Penelitian ini mengidentifikasi kriteria pemilihan pemasok bahan baku agroindustri tahu dan mengusulkan kerangka kerja untuk mengevaluasi kinerja pemasok mereka. Penelitian ini memiliki tiga tahap utama. Pertama, identifikasi key performance indicators (KPIs) untuk kinerja pemasok pada IKM tahu yang bersumber dari studi literatur. Kedua, melakukan validasi KPIs kepada praktisi agroindustri. Terakhir, mengevaluasi kinerja pemasok IKM tahu berdasarkan KPIs yang dikembangkan menggunakan model analytic hierarchy process (AHP). Hasil penelitian mengusulkan 6 kriteria dan 18 indikator kinerja yang perlu dipertimbangkan oleh pelaku IKM agroindustri dalam memilih pemasok. Semua kriteria dan indikator kinerja dievaluasi menggunakan AHP untuk memperoleh kriteria dan indikator prioritas. Kriteria kualitas bahan baku, layanan pelanggan dan perhatian terhadap aspek sustainability menjadi tiga faktor utama yang dipertimbangkan. Model kinerja pemasok juga diaplikasikan pada salah satu agroindustri tahu di Kota Padang untuk mengevaluasi 4 alternatif pemasok bahan baku mereka. Hasilnya setiap pemasok memiliki keunggulan, namun secara keseluruhan pemasok 1 terpilih sebagai pemasok utama. Pemasok 1 unggul pada kriteria agility, kualitas, koordinasi dan kolaborasi serta efisiensi dalam rantai pasokan.

Keywords


analytic hierarchy process, industri kecil dan menengah, kinerja pemasok, rantai pasokan

References


Allaoui, H., Guo, Y., Choudhary, A., & Bloemhof, J. (2018). Sustainable agro-food supply chain design using two-stage hybrid multi-objective decision-making approach. Computers & Operations Research, 89, 369–384.

Aramyan, L. H., Lansink, O. A. G. J. M., van der Vorst, J. G. A. J., & van Kooten, O. (2007). Performance measurement in agri‐food supply chains: a case study. Supply Chain Management, 12(4), 304–315.

Arshad, M. Z., & Arshad, D. (2018). INTELLECTUAL CAPITAL AND SMES PERFORMANCE IN PAKISTAN : THE ROLE OF ENVIRONMENTAL TURBULENCE. International Journal of Entrepreneurship, 22(I), 1–14.

Chopra, S., & Meindl, P. (2016). Supply Chain Management: Strategy,. Planning, and Operation (6th ed.). Pearson Education Inc.

Citraresmi, A. D. P., & Haryati, N. (2021). The strategy of business model development in mushroom agroindustry. International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy, 1–8. https://doi.org/10.1088/1755-1315/924/1/012057

Estampe, D., Lamouri, S., Paris, J., & Brahim-Djelloul, S. (2013). A framework for analysing supply chain performance evaluation models. Intern. Journal of Production Economics, 142(2), 247–258. https://doi.org/10.1016/j.ijpe.2010.11.024

Fadlulloh, K., & Mu’tamar, M. F. F. (2019). PEMILIHAN ALTERNATIF PEMASOK BERAS INDUSTRI CATERING MENGGUNAKAN ANALYTICAL NETWORK PROCESS (Studi Kasus di PT. AXC). AGROINDUSTRIAL TECHNOLOGY JOURNAL, 03(01), 1–10.

Fattahi, F., Nookabadi, A. S., & Kadivar, M. (2013). A model for measuring the performance of the meat supply chain. British Food Journal, 115(8), 1090–1111.

Folke, C. (2006). Resilience: the emergence of a perspective for social-ecological systems analyses. Global Environ. Change, 16(1), 253–267.

Gellynck, X., Molnár, A., & Aramyan, L. (2008). Supply chain performance measurement: the case of the traditional food sector in the EU. Journal on Chain and Network Science, 8(1), 47–58.

Gunasekaran, A., Patel, C., & Tirtiroglu, E. (2011). Performance measures and metrics in a supply chain environment. Int. J. Oper. Prod. Management, 21(1), 71–87.

Haleem, A., Khan, S., & Khan, M. (2019). Traceability implementation in food supply chain: a grey-DEMATEL approach. Information Processing In Agriculture. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1016/j.inpa.2019.01.003

Hamdala, I., Azlia, W., & Swara, S. E. (2017). Evaluasi kinerja rantai pasok sari apel untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Journal of Industrial Engineering Management, 2(2), 48–55.

Jaffee, S., Siegel, P., & Andrews, C. (2010). Rapid Agricultural Supply Chain Risk Assessment: A Conceptual Framework (Agriculture and Rural Development Discussion Paper 47). Washington D.C. US: The World Bank.

Karkkainen, M. (2013). Increasing efficiency in the supply chain for short shelf life goods using RFID tagging. Int. J. Retail Distrib. Management, 31(10), 529–536.

Liputra, D. T., Santoso, & Susanto, N. A. (2018). Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Dengan Model Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan Metode Perbandingan Berpasangan. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 7(2), 119–125.

Pujawan, I. N. (2010). Supply Chain Management Edisi Kedua. Surabaya: Guna Widya.

Saaty, T. L. (1994). Fundamentals of Decision Making and Priority Theory with the Analytic Hierarchy Process. USA.: RWS Publications : Pittsburgh.

Saaty, T. L. (2008). Decision making with analytic hierarchy process. International journal of services sciences, 1(1), 83–98.

Saragih, S., Pujianto, T., & Ardiansah, I. (2021). Pengukuran Kinerja Rantai Pasok pada PT. Saudagar Buah Indonesia dengan Menggunakan Metode Supply Chain Operation Reference (SCOR). Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA), 5(2), 520–532.

Sriwana, I. K., Hijrah, N., Suwandi, A., & Rasjidin, R. (2021). PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE ( SCOR ) DI UD . ANANDA. JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri, 8(2), 13–24.

Sufiyan, M., Haleem, A., Khan, S., & Khan, M. I. (2019). Evaluating food supply chain performance using hybrid fuzzy MCDM technique. Sustainable Production and Consumption, 20, 40–57. https://doi.org/10.1016/j.spc.2019.03.004

Sultan, M. A., Furqon, C., & Wijaya, F. (2021). Triple Layer Business Model Canvas Design of Arabica Coffee Agroindustry Supply Chain in Bandung Regency. International Journal of Entrepreneurship and Sustainability Studies (IJEASS), 1(2), 19–23.

Tilman, D., Cassman, R., Naylor, K. G., & Polasky, S. (2012). Agricultural sustainability and intensive production practices. Nature, 418, 671–677.

Wahyuni, D. (2017). ANALISIS PREFERENSI AGROINDUSTRI TEMPE DALAM PEMILIHAN KEDELAI (Agroindustri Tempe Di Kota Tasikmalaya Kota Tasikmalaya). Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, 4(3), 444–453.




DOI: http://dx.doi.org/10.36275/stsp.v22i1.482

Article Metrics

Abstract view : 73 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 19 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Tri Ernita

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Penerbit : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang


Alamat:
Jalan Hamka no.121 Tabing Padang. Indonesia
email: info@sttind.ac.id
HP:082386758367