POTENSI WISATA TAMBANG BERKELANJUTAN DI KAWASAN PERTAMBANGAN SAWAHLUNTO

Rudy Anarta, Riam Marlina Amsya

Abstract


Kota Sawahlunto memiliki cukup banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan. Potensi wisata pertambangan menjadikan Kota Sawahlunto berupaya mewujudkan visi misi berupa Menjadi Kota Wisata Pertambangan Berbudaya Tahun 2020. Kawasan pertambangan perlu dilakukan kegiatan reklamasi dan pascatambang  agar kawasan tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat baik bagi lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata apa yang terdapat pada kawasan sekitar Kota Sawahlunto. Data primer pada penelitian ini meliputi jumlah objek wisata, skoring wawancara, foto objek wisata. Data sekunder berupa peta lokasi objek wisata di Sawahlunto. Analisis potensi wisata tambang dilakukan dengan melakukan skoring (pembobotan) terhadap seluruh potensi wisata yang sudah bekembang dan yang akan dikembangkan. Observasi berbagai obyek wisata dilapangan, diperoleh jumlah Obyek wisata di Kota Sawahlunto sebanyak 21 obyek wisata. Hasil pengelompokan 21 objek wisata tersebut diperoleh 14 obyek wisata yang sudah berkembang dan 7 obyek wisata yang berpotensi dikembangkan. Hasil Analisis skoring dari wawancara dengan 130 responden/wisatawan terhadap 14 Obyek wisata yang sudah berkembang menunjukan obyek wisata yang paling diminati adalah Wisata Kandi dengan skor tertinggi sebesar 1.323. Hasil Analisis skoring dari wawancara terhadap 7 Obyek wisata yang belum berkembang menunjukkan obyek wisata berpotensi untuk dikembangkan. Obyek wisata yang paling diminati adalah Tambang Sawahluwun.

Keywords


potensi, wisata tambang, berkelanjutan

References


Ballesteros, E. R., & Ramírez, M. H. (2007). Identity and community - Reflections on the development of mining heritage tourism in Southern Spain. Tourism Management, 28(3), 677–687. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2006.03.001

Edwards, J. A., & Llurdes i Coit, J. C. (2017). Mines and quarries industrial: Heritage tourism. The Heritage Tourist Experience: Critical Essays, Volume Two, 23(2), 63–85. https://doi.org/10.4324/9781315239248-12

Jonsen-Verbeke, M. (1999). Le patrimoine industriel: Un point de convergence pour un développement touristique durable. Tourism Geographies, 1(1), 70–85. https://doi.org/10.1080/14616689908721295

Juniah, R. (2018). Harmonization of Green Open Space as Carbon Assimilator for Sustainable Environment of Transportation Sector and Steam Power Plant. Sriwijaya Journal of Environment, 3(1), 43–46. https://doi.org/10.22135/sje.2018.3.1.43-46

Katili, J. A. (1975). Volcanism and plate tectonics in the Indonesian island arcs. Tectonophysics, 26(3–4), 165–188. https://doi.org/10.1016/0040-1951(75)90088-8

Louise, M., Kattides, M., & Studies, R. (2007). Shifting Foundations in a Mature Staples Industry: a Political Economic History of Canadian Mineral Policy. Canadian Political Science Review, 1(1), 73–90.

Mallikarjun Rao, P., & Pathak, K. (2005). Socio-economic impacts of mine closure: A case study using satellite imagery. International Journal of Environmental Studies, 62(5), 555–570. https://doi.org/10.1080/00207230500196351

Mayer, H. J., & Greenberg, M. R. (2001). Coming back from economic despair: Case studies of small- and medium-size American cities. Economic Development Quarterly, 15(3), 203–216. https://doi.org/10.1177/089124240101500301

Pretes, M. (2002). Touring mines and mining tourists. Annals of Tourism Research, 29(2), 439–456. https://doi.org/10.1016/S0160-7383(01)00041-X

Rahmi, H., Susetyo, D., & Juniah, R. (2019). Utilization Study of Void Mine For Sustainable Environment of The Limestone Mining Sector at PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability, 3(2), 54–59. https://doi.org/10.26554/ijems.2019.3.2.54-59

Rudd, M. A., & Davis, J. A. (2011). Heritage tourism. Tourism and Hospitality: Issues and Developments, 36, 126–129. https://doi.org/10.18848/1832-2077/cgp/v04i04/54509

Wanhill, S. (2000). Mines’A Tourist Attraction: Coal Mining in Industrial South Wales. Journal of Travel Research, 39(1), 60–69. https://doi.org/10.1177/004728750003900108




DOI: http://dx.doi.org/10.36275/stsp.v22i1.487

Article Metrics

Abstract view : 36 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 11 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Rudy Anarta, Riam Marlina Amsya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Penerbit : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang


Alamat:
Jalan Hamka no.121 Tabing Padang. Indonesia
email: info@sttind.ac.id
HP:082386758367