PENGGUNAAN KULIT NANAS DAN AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN AKTIVATOR MIKROORGANISME LOKAL (MOL) PADA PENGOMPOSAN SAMPAH DAPUR MENGGUNAKAN METODE TAKAKURA

Monica Saputri, Rizki Aziz, Yommi Dewilda

Abstract


Pengomposan merupakan suatu bentuk upaya mengurangi timbulan sampah organik berupa sampah dapur di kawasan pemukiman. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kematangan, kualitas dan kuantitas pengomposan sampah dapur dengan metode Takakura dan membandingkan hasil kompos sampah dapur terhadap semua variasi aktivator. Proses pengomposan dilakukan dalam rangkap dua untuk setiap variasi. Pemilihan variasi pengomposan dilakukan dengan metode skoring. Pengomposan dilakukan dalam 5 variasi yang terdiri dari variasi A (tanpa aktivator), variasi B (penggerak EM4), variasi C (MOL aktivator dari kulit nanas), variasi D (MOL aktivator dari ampas tebu), dan variasi E (MOL aktivator dari ampas tebu). kombinasi kulit nanas dan ampas tebu.Analisis kompos dilakukan terhadap kematangan, kualitas (unsur fisik dan makro), dan kuantitas kompos. Hasil analisis yang diperoleh dalam penelitian ini sudah  memenuhi standar  SNI 2004. Penambahan aktivator mempengaruhi waktu pengomposan, kualitas, dan kuantitas kompos Pemilihan variasi pengomposan dengan skoring menghasilkan variasi E merupakan variasi terbaik dalam hal kematangan, kualitas (unsur fisik dan makro), dan kuantitas kompos dibandingkan variasi A, B, C, dan D.


Keywords


Takakura, Kulit Nanas, Ampas Tebu, MOL, EM4.

References


Budiaman, I. G. S., Kholisoh, S. D., Marsetyo, M. M., & Putrannti, M., (2010), Pengaruh Jenis Stater, Volume Pelarut, dan Aditif Terhadap Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Secara Anaerob. Journal Of Institutional Repository UPN Veteran, 1–5.

Djuarnani, N., Kristian And Setiawan, B. S., (2005), Cara Cepat Membuat Kompos’. Jakarta: Pt Agromedia Pustaka.

Farumi, S. S., Lingkungan, D. K. And Masyarakat, F. K., (2020), Pengaruh Aktivator Dalam Kompos Takakura Terhadap Tanaman Cabai. Journal of Public Health, 5(1), 55–63.

Hasairin, A. And Siregar, R., (2018), Pengaruh Kompos Ampas Tebu (Saccharum Officinarum L.) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescent L.), Jurnal Biosains, 4(1), 45–54.

Hayati, N., (2016), Efektivitas Em4 dan Mol Sebagai Aktivator Dalam Pembuatan Kompos dari Sampah Sayur Rumah Tangga (Garbage) dengan Menggunakan Metode Tatakura. Medan: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatra Utara.

Hidayati, Y. A., Marlina, E.T., Benito, Tb. A.K., Harlia, A., (2010), Pengaruh Campuran Feses Sapi Potong dan Feses Kuda Pada Proses Pengomposan Terhadap Kualitas Kompos. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Universitas Jambi, 13 (6), 99–303.

Indasah, R. W., Dan N., (2018), Pengomposan Menggunakan Mikroorganisme Lokal (Mol) Nasi Basi, Tape, Bonggol Pisang dan Buah Busuk. Yogyakarta: Deepublish.

Indrianti, Y. H., & Prasetya, W., (2017), Cara Mudah dan Cepat Buat Kompos. Jakarta: Penebar Swadaya.

Kurniawan, A., (2018), Produksi Mol (Mikroorganisme Lokal) dengan Pemanfaatan Bahan-Bahan Organik yang Ada di Sekitar. Jurnal Hexagro, 2(2), 36–44.

Nur, T., Noor, A. R. And Elma, M., (2016), Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Sampah Organik Rumah Tangga dengan Penambahan Bioaktivator Em4 (Effective Microorganisms). Journal of Konversi, 5(2), 44–51.

Nurullita, U. And Budiyono., (2016), Lama Waktu Pengomposan Sampah Rumah Tangga Berdasarkan Jenis Mikro Organisme Lokal (Mol) dan Teknik Pengomposan. Semarang: Lppm Universitas muhammadiyah semarang.

Standar Nasional Indonesia (SNI 19-7030-2004) ‘Spesifikasi Kompos Dari Sampah Organik Domestik’, Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia (SNI 19-3964-1994) ‘Metode Pengambilan Dan Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan’, Jakarta: Badan Standarisasi Indonesia.

Soeryoko, H., (2011), Kiat Pintar Memproduksi Kompos. Yogyakarta: Lily Publisher.

Sudradjat, H. R., (2007), Mengelola Sampah Kota. 2nd Edn. Jakarta: Penebar Swadaya.

Supianor, Juanda, H., (2018), Perbandingan Penambahan Bioaktivator Em-4 (Effective Microorganisme ) dan Mol (Microorganism Local) Kulit Nanas (Anana Comosus L.Merr) Terhadap Waktu Terjadinya Kompos. Journal of Kesehatan Lingkungan, 15(1), 567–572.

Susi, N., Surtinah, S. And Rizal, M., (2018), Pengujian Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Cair (Poc) Limbah Kulit Nenas. Jurnal Ilmiah Pertanian, 14(2), 46–51.




DOI: http://dx.doi.org/10.36275/stsp.v21i2.441

Article Metrics

Abstract view : 167 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 64 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Monica Saputri, Rizki Aziz, Yommi Dewilda

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Penerbit : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang


Alamat:
Jalan Hamka no.121 Tabing Padang. Indonesia
email: info@sttind.ac.id
HP:082386758367