APLIKASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA THERESER MULTIGUNA UNTUK PETANI PADI DAERAH PERBATASAN DHARMASRAYA

Junil Adri, Refdinal Refdinal

Abstract


Kendala atau permasalahan yang ada pada petani saat ini adalah masalah pasca panen. Permasalahan terletak pada mesin perontok gabah. Mesin perontok gabah yang dimiliki bertipe Dragon dan mesin ini masih kurang efektif karena banyak gabah yang terbuang. Tenaga yang dibutuhkan juga cukup banyak dalam mengumpulkan gabah yang telah di rontokkan. Sehingga komplikasi permasalahan ini selain jumlah mesin belum mencukupi kebutuhan, mesin yang ada pun kurang efektif dan efisien dalam membantu proses panen para petani. Sehingga berdampak pada turunnya kualitas dan kuantitas padi yang akan di dapatkan petani. Dari fenomena ini TIM pengabdian menawarkan solusi membuat mesin theresher multiguna. Haparan mesin thereser ini mampu bekerja lebih efektif dari mesin yang sebelumnya. Metode penerapan ipteks yang dilakukan pada kegiatan ini adalah dengan memberikan teori pengantar, demonstrasi, dan praktek. Teori pengantar bersifat aplikatif yakni pengenalan alat, bagaimana cara penggunaannya, fungsinya serta aplikasi pemakaian di lapangan. Hasi dari pengabdian ini berupa mesin thereser multiguna menggunakan motor penggerak 9 HP untuk mencapai kinerja maksimal dan mesin thereser multiguna dilengkapi dengan lorong penghembus guna memisahkan padi berisi dan padi kosong

Keywords


aplikasi tepat guna, mesin thereser multiguna, pengabdian masyarakat, petani daerah perbatasan, dan kabupaten dharmasraya

References


K, Pertanian. 2015. Basis Data Ekspor-Impor Komoditi Pertanian. Diperoleh dari website Kementerian Pertanian Republik Indonesia:http://www.pertanian. go.id (diakses pada tanggal 14 April 2017).

Erwidodo. 2006. Analisis Hubungan Proporsi Pengeluaran dan Konsumsi Pangan dengan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi di Kabupaten

Klaten. [Jurnal]. SEPA:vol.7 No.2 februari 2011. hal 110-118

Herawati. 2008. Analisis Permintaan Beras di Sumatera Utara. QE Journal. Vol.01 -No.03 –38.

Laksono. 2008. Analisis ketersediaan pangan wilayah berdasarkan neraca bahan makanan (NBM) dan pola pangan harapan (tingkat pertama). Kerjasama bagian Bina Ketahanan Pangan Biro Bina Produksi Setda Provinsi Jawa Barat dengan tim Bagian Kebijakan Pangan Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor.

Odusina, O.A. 2008. Urban Rice Demand Analysis: A Case Study of Ijebu Ode Township. Middle-East Journal of Scientific Research 3 (2): 62-66, 2008.

Odusina. 2008. Kedaulatan Lahan & Pangan Mimpi atau Nyata. Jakarta: Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian. 148 hal

Purnamaningsih, R dan Ika, M. 2005. Seleksi in vitro Tanaman Padi untuk Sifat Ketahanan Terhadap Aluminium. Jurnal Bioteknologi Pertanian.10: 61-69.

Ramadoan et al. 2013. Permintaan Beras di Provinsi Jambi (Penerapan Partial Adjustment Model). Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah. Vol. 1 No. 1, Juli 2013.

Rouw Aser. 2008. Analisis dampak kerahaman curah hujan terhadap kinerja produksi padi sawah (studi kasus di Kabupaten Merauke, Papua. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 11 (2) : 145-154.

Sucihatiningsih Dian Wisika dan Waridin. 2010. Model Penguatan Kapasitas Kelembagaan Penyuluh Pertanian dalam Meningkatkan Kinerja Usahatani Melalui Transaction Cost. Studi Empiris di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.